
Bisnishotel.id, BANDUNG — The Papandayan Jazz Fest (TPJF) 2026 menganugerahkan Lifetime Achievement Award kepada Bimbo sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi grup musik tersebut selama lebih dari lima dekade terhadap perkembangan musik Indonesia.
Penghargaan diberikan pada hari pertama TPJF 2026 di The Papandayan Hotel Bandung, Sabtu (3/10/2026). Momen tersebut menjadi salah satu rangkaian utama festival yang tahun ini mengusung tema Sound to the Soul.
Penghargaan diserahkan oleh CEO Media Group Mohammad Mirdal Akib, Presiden Direktur Metro TV Arief Suditomo, Founder TP Jazz Management sekaligus General Manager The Papandayan Hotel Bobby Renaldi, serta Wali Kota Bandung Muhammad Farhan kepada keluarga Bimbo.
Lebih dari lima dekade perjalanan Bimbo telah melahirkan sejumlah karya yang menjadi bagian dari memori kolektif masyarakat Indonesia. Lagu seperti Melati dari Jayagiri, Tuhan, Sajadah Panjang, dan Ada Anak Bertanya pada Bapaknya menjadi bagian dari repertoar yang terus dikenal lintas generasi.
Bagi TP Jazz Management, penghargaan tersebut tidak hanya berkaitan dengan panjangnya perjalanan karier Bimbo. Apresiasi juga diberikan atas kontribusi grup tersebut dalam memperkaya khazanah musik Indonesia dan menjadi inspirasi bagi musisi dari berbagai generasi.
Mewakili keluarga Bimbo, Sam Bimbo menyampaikan apresiasi atas penghargaan tersebut. Dia mengatakan perjalanan musik Bimbo dapat bertahan melewati berbagai era berkat dukungan keluarga, rekan, dan masyarakat.
“Perjalanan musik kami telah melintasi banyak era, dari generasi ke generasi, dan selalu mendapat dukungan dari keluarga, teman, dan masyarakat Indonesia,” ujar Sam.
Sam juga menyampaikan terima kasih kepada TP Jazz Festival, khususnya Bobby Renaldi, yang menurutnya memberikan perhatian kepada keluarga Bimbo ketika almarhum Acil Bimbo mengalami sakit.
Menurut Sam, penghargaan tersebut juga menjadi pengingat terhadap perjalanan panjang Bimbo bersama almarhum Acil. Karya dan hubungan yang dibangun selama puluhan tahun, kata dia, menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan kelompok musik tersebut.
Meski telah berusia 85 tahun dan menghadapi keterbatasan fisik, Sam mengatakan penghargaan tersebut justru mendorong dirinya untuk tetap berkarya.
“Kami sangat senang menerima penghargaan ini. Justru penghargaan seperti ini membuat kami merasa harus berbuat sesuatu yang lebih baik lagi ke depannya,” katanya.
Sam juga melihat kreativitas musik tidak selalu harus diwujudkan melalui penciptaan lagu baru. Menurut dia, aransemen ulang terhadap karya lama dengan pendekatan berbeda juga dapat menjadi bentuk kreativitas.
“Kalau ada lagu lama yang diaransemen ulang dengan pendekatan baru, itu juga bentuk kreativitas. Kami akan terus bernyanyi dan terus berkarya. Indonesia memiliki begitu banyak cerita yang bisa menjadi inspirasi sebuah lagu,” tuturnya.
Dia juga membuka peluang kolaborasi dengan berbagai genre, termasuk jazz. Namun, Sam menegaskan kualitas tetap menjadi prinsip utama dalam karya yang dihasilkan Bimbo.
“Kami tidak mau membuat karya asal-asalan. Harus bagus. Kami juga senang kalau lagu-lagu Bimbo dinyanyikan oleh generasi lain, apalagi dengan aransemen yang berbeda dan menarik,” katanya.
Sebagai bagian dari penghormatan kepada Bimbo, TPJF menghadirkan Bandung Tempo Doeloe by Gege Gumilar Band feat. Tiara Effendy dan Yerry T-Five. Pertunjukan tersebut membawakan sejumlah karya yang menjadi bagian dari perjalanan musik Indonesia, termasuk lagu-lagu yang identik dengan Bimbo.
Lifetime Achievement Award menjadi salah satu bentuk apresiasi yang diberikan TP Jazz kepada tokoh yang dinilai memiliki kontribusi terhadap perkembangan musik Indonesia. Sebelumnya, penghargaan tersebut diberikan kepada sejumlah nama, antara lain Elfa Secioria, Ireng Maulana, Jack Lesmana, Oom Yong, Benny Likumahuwa, Oele Pattiselano, Donny Suhendra, Idang Rasjidi, Bubi Chen, dan Harry Roesli.
Pemberian penghargaan kepada Bimbo juga sejalan dengan semangat TPJF 2026 yang mempertemukan musisi lintas generasi. Di satu sisi, festival membuka ruang bagi talenta muda melalui The Papandayan International Online Jazz Competition (TPJC), sedangkan di sisi lain memberikan apresiasi kepada musisi yang telah membangun fondasi musik Indonesia.
Dengan memasuki penyelenggaraan ke-11, TPJF tidak hanya berfungsi sebagai panggung pertunjukan, tetapi juga menjadi ruang apresiasi, edukasi, dan kolaborasi. Penghargaan kepada Bimbo memperkuat pesan tersebut dengan menempatkan perjalanan sejarah musik sebagai bagian dari keberlanjutan ekosistem musik Indonesia.
Bagi Bimbo, penghargaan tersebut menjadi bentuk pengakuan atas perjalanan panjang. Bagi TPJF, apresiasi tersebut sekaligus menjadi penghubung antara warisan musik yang telah dibangun generasi terdahulu dan ruang kreatif yang kini terbuka bagi generasi berikutnya.

